 |
| Yopie Suryadi (CEO gopego.com), Steve Langkamp (CEO Paloma Mobile), Lean Nasution, and Joh Juda |
Setelah sebelumnya kita me-review dan bersenang-senang dengan aplikasi
Photochat, kali ini Fotodroids berkesempatan untuk bincang-bincang dengan Steve Langkamp, CEO dan Founder dari Paloma Mobile, developer yang membangun Photochat. Berikut interview-nya:
Bisa ceritakan sedikit mengenai latar belakang anda? Pekerjaan atau profesi anda sehari-hari?
Saya sudah berkecimpung di industri nirkabel dari masa2 awal telepon genggam, dari semenjak telepon genggam itu berukuran sangat besar dan harganya sangat mahal, seperti yang bisa kalian lihat di film-film lama. Proyek pertama saya adalah studi riset, ketika itu perusahaan kami ingin mengetahui apakah penetrasi mobile di US akan pernah bisa mencapai 2% dari seluruh populasi di sana! Di hari-hari itu, tidak ada yang membayangkan bahwa hari ini penetrasi mobile dapat mencapai 100% di Indonesia dan kebanyakan negara lain.
20 tahun yang lalu, saya pindah ke London untuk bekerja di salah satu jaringan GSM pertama di dunia. Saat itu, Eropa adalah pusat inovasi mobile, dan saya memimpin tim-tim yang menciptakan sebagian layanan prabayar, layanan SMS, dan layanan data yang pertama di dunia. Masa-masa itu sangat seru dan mengasyikkan.
Saat itu saya tahu bahwa saya akan menghabiskan sisa karir saya di industri mobile.
Apa yang mendorong anda untuk membentuk Paloma Mobile?
Saya telah bekerja dengan perusahaan-perusahaan start-up mobile selama sekitar 10 tahun. Belum lama ini, saya dan teman saya memimpin sebuah start-up Eropa yang pertumbuhannya sangat pesat. Penuh kerja keras sekaligus menyenangkan, tapi kami akhirnya jadi menjalankan perusahaan yang cukup besar.
Membentuk Paloma Mobile adalah cara bagi saya untuk kembali bekerja di skala yang lebih kecil, di mana saya dapat lebih lebih nyaman menyentuh produk secara langsung dan berinteraksi dengan customer.
Kami tahu mengenai aplikasi pertama Paloma Mobile, Photochat, dan ini aplikasi yang sangat menarik. Bisa ceritakan apa yang melatarbelakangi Photochat? Dan mengapa di Android?
Sekitar 2 tahun yang lalu, saya dan Jennifer Zanich (co-founder Paloma Mobile) memutuskan untuk membentuk Paloma dan mulai membuat rencana bisnis kami. Kami ingin membidik target pasar yang baru dimana kami akan menjadi penyedia layanan yang pertama, dan kami ingin melakukan sesuatu yang sulit ditiru oleh orang lain, maka kami mencari sesuatu yang juga memberikan tantangan secara teknis.
Riset kami menunjukkan bahwa smartphone akan menjadi sesuatu yang terjangkau oleh masyarakat luas di tahun 2012, jauh lebih cepat dari yang diduga oleh kebanyakan industri. Dengan harga kurang dari 1 juta Rupiah, akan ada sekitar 1 milyar orang di bumi yang memiliki smartphone pertama mereka.
Dari situlah kami menemukan target pasar kami.. sekaligus tantangan teknis, karena kami harus mampu mengatasi keterbatasan tenaga pemrosesan dan memori di perangkat-perangkat low-end ini.
Layanan berbagi-foto sepertinya akan menjadi layanan pertama yang pantas dibuat oleh Paloma Mobile. Karena kami tahu bahwa kamera adalah salah satu fitur paling populer di kalangan pengguna smartphone, tapi kebanyakan foto-foto tersebut tidak pernah meninggalkan smartphone itu.
Kami memilih Android karena jelas bahwa Android adalah sistem operasi paling populer untuk smartphone dengan harga terjangkau.
Ekosistem networking seperti apa yang ada harapkan akan terbentuk dari Photochat ini?
Kami ingin agar ekosistem tersebut dapat menjangkau berbagai kalangan. Jadi harapan kami ialah bahwa kalian dapat melakukan 'chat' dengan sebuah band rock, atau sebuah brand di dunia fashion.. atau NASA.
Berapa lama aplikasi Photochat ini dibuat? Mulai dari riset hingga hadir di google play. Oh, dan apa tantangan terbesar dalam membuat aplikasi ini?
Awalnya, kita memiliki prototipe untuk membuktikan kepada para investor bahwa kita dapat menjalankan Photo Chat menggunakan sebuah Galaxy Mini di Indonesia. Setelah mendapatkan pendanaan dan engineer full-time, butuh sekitar 9 bulan untuk membangun Photo Chat Beta yang sekarang tersedia di Play Store.
Tantangan terbesar dalam mengembangkan Photo Chat adalah membuat data-nya sangat efisien.
Kami ingin aplikasi ini berukuran sangat kecil agar mudah diunduh (aplikasi ini berukuran sekitar 700 kB, dibandingkan dengan Instagram yang berukuran 16 MB).
Dan kami ingin aplikasi ini menggunakan bandwidth minimal agar tetap dapat berjalan baik walaupun Anda tidak berada di jangkauan 3G. Dan juga aplikasi ini tidak menggunakan seluruh kuota data Anda ketika membuka aplikasi ini (seperti Facebook).
Satu hal yang menarik.. Anda memilih Indonesia, khususnya Jakarta, sebagai negara pertama untuk peluncuran aplikasi ini. Bisa disebutkan mengapa? Banyak teman-teman di Fotodroids yang penasaran.
Hari ini, Indonesia adalah salah satu pasar mobile terbesar di dunia dengan hampir sekitar 300 juta pengguna mobile. Tidak akan terlalu lama sebelum 100 juta orang menggunakan smartphone di Indonesia. Fakta tersebut sangat menakjubkan untuk kami!
Juga, karena orang Indonesia sangat menyukai jejaring sosial. Salah satu strategi kunci Photo Chat adalah untuk menjadikannya sebagai sebuah kebutuhan sosial.
Setelah Android, di platform apa selanjutnya Photochat ini akan hadir? Ataukah akan eksklusif di ANdroid?
Tentunya kami ingin Photo Chat tidak hanya ada di Android. Kandidat target selanjutnya adalah Blackberry Z10 (yang dapat menjalankan sebagian aplikasi Android) dan iPhone.
Sekarang mengenai dirimu sendiri, apakah kamu menyukai fotografi, Steve?
Anda menggunakan DSLR atau kamera smartphone?
Saya lebih menganggap diri saya sebagai seorang ayah daripada seorang fotografer.
Saya memiliki 2 orang anak lelaki (umur 15 dan 18) dan ribuan foto serta ratusan jam video untuk membuktikannya. Tentunya ini terjadi setelah era digital. Saya memiliki beberapa kamera pertama buatan Casio dan camcorder Canon, dan kemudian sebuah Canon Powershot. Tapi setidaknya selama 4 tahun terakhir, saya hanya menggunakan smartphone untuk mengambil foto dan video. Karena pekerjaan saya, saya memiliki kesempatan mencoba berbagai macam smartphone.
Style apa yang paling anda sukai dalam memotret? Apakah anda memiliki foto stream yang dapat kami lihat dan follow?
Karena kebanyakan foto saya adalah foto anak-anak saya, saya jarang sekali memajangnya di situs publik. Tapi ini beberapa foto yang saya sukai (lampiran)
1. Foto close-up yang ekstrim dapat terlihat menyenangkan. Saya terlihat seperti ada di pabrik yang dijalankan para kurcaci, padahal ini adalah toko berkebun dekat rumah saya.

2. Foto Jembatan Harbour terlalu mudah untuk diambil dengan bagus, tapi foto ini spesial. Jennifer dan saya sedang berada di atas sebuah feri untuk menemui investor kami. Hari itu adalah ulang tahun saya dan kami mendapatkan pendanaan dari mereka pagi itu. Dunia serasa SEMPURNA di hari itu!
3. Fans Android akan menyukai foto dari Mobile World Congress ini. Terlihat seperti surga Android!
Terakhir, apakah ada yang ingin anda sampaikan kepada anggota Fotodroids?
Jennifer dan saya sangat menikmati bertemu dengan kalian dan melihat foto-foto kalian!
Kami sangat menghargai partisipasi kalian di Photo Chat Beta dan mengharapkan masukan dan ide-ide baru dari kalian. Hubungi kami kapan saja di @PhotoChatID
Trima kasih, Steve!