Jumat, 31 Mei 2013

Kegiatan #fotoWorkshop #XlaluKreatif Bersama @XL123 @XLXplor


fotoWorkshop XlaluKreatif yang ketiga mengambil tema Kamera Android, Hasil SLR sukses mengundang animo warga neters untuk hadir ke XL Xplor Senayan City. Walaupun kondisi jalan di Jakarta macet parah akibat sehabis hujan, namun peserta tetap antusias untuk hadir. Bahkan ada dua peserta yang sengaja datang dari luar Jakarta.


Workshop ini dimulai dengan penjelasan dari Johanes Juda (@johjuda), salah-satu founder dan pembicara malam itu, bahwa workshop ini bukan kompetisi antara kamera Smartphone dengan SLR, karena bagaimanapun hasil kamera Smartphone masih jauh di bawa SLR. Namun bukan berarti kita tidak bisa menghasilkan gambar yang bagus menggunakan kamera Smartphone, dan jika beruntung, Anda bahkan dapat menghasilkan foto yang tidak kalah bagus dengan SLR.

Workshop dilanjutkan dengan lima keunggulan kamera Smartphone dibandingkan kamera SLR. Mulai dari lebih murah, lebih mudah, lebih praktis, lebih spontan, an lebih fun. Kalau dipikir-pikir benar juga ya alasannya.

Setelah itu fotoWorkshop masuk lebih intens lagi dengan menjabarkan elemen-elemen yang menghasilkan foto yang menarik, berkualitas dan bagus, yaitu komposisi, pencahayaan, dan ketajaman foto. Workshop yang berlangsung selama 90 menit ini ditutup dengan demo beberapa aplikasi yang dibilai oleh Joh Juda bagus di Android, salah-satunya Snapseed dan Afterfocus. Pada workshop kali ini juga Joh Juda menunjukan buku foto karyanya dan teman-teman Fotodroids. Buku-buku ini dicetak dengan aplikasi photoklip.com dan ternyata hasil foto kamera Smartphone memang tidak kalah bagus dengan kamera SLR. "Foto kalau tidak dicetak, belum jadi foto", pesan Joh Juda diakhir fotoWorkshop.


Workshop ditutup dengan pengumuman dua pemenang yang beruntung mendapatkan doorprize dua buah lensa kamera Smartphone.
Selamat ya kepada para pemenang yang mendapatkan lensa-lensa bagus!

Sampai ketemu dalam fotoWorkshop ke empat dan yang terakhir dari rangkaian fotoWorkshop XlaluKreatif, hari Rabu tanggal 5 Juni. FotoWorkshop ini bekerja sama dengan XL123 dan gopego.com sebagai media partner resmi Fotodroids.

 

Kamis, 23 Mei 2013

#fotoWorkshop #Xlalukreatif: Street Mobilephotography!


Tanggal 22 Mei, Fotodroids bersama kembali mengadakan program fotoWorkshop XlaluKreatif bersama XL (@XL123). Masih di tempat yang sama, XL Xplor (@XLXplor) Senayan City lantai 4, fotoWorkshop kali ini mengambil tema tentang Street Photography menggunakan kamera mobile phone.

Kali ini yang menjadi pembicara adalah Indra Rizkiawan (@indradebono), atau yang akrab disapa Bono, merupakan fotografer freelance sekaligus praktisi street mobile fotografi.
Para peserta #fotoWorkshop yang lagi asik menyimak workshop

Indra memulai fotoWorkshop kali ini dengan sebuah video interview para fotografer dari in-public. Video ini memberikan gambaran praktis apa itu street fotografi dan apa yang dilakukan oleh street fotografi.

"Jika dalam genre foto yang lain, komposisi menjadi titik berat dalam memotret, maka dalam street fotografi ada yang disebut the decisive moment, di mana moment menjadi begitu penting, bahkan bisa menjadi segalanya", ujar Indra Rizkiawan.

Indra menyambung fotoWorkshopnya dengan menjabarkan estetika dalam street fotografi, meliputi Juxtaposition, image interaction, symbols, surrealisme, dan yang tadi sudah disinggung, the decisive moment.

fotoWorkshop kali ini begitu informatif dan sangat menarik bagi yang ingin mendalami street fotografi, khususnya dengan smartphone, karena di sesi terakhir fotoWorkshop, mas Indra membagikan tips-tips street foto menggunakan kamera Android, beberapa diantaranya shoot lebih dari satu, jangan menarik perhatian, gunakan casing yang berstrap dan perbanyak refrensi foto-foto Street.

fotoWorkshop diakhiri dengan pembagian door prize dan foto bersama.

Nah, tema untuk fotoWorkshop Xlalukreatif minggu depan (tanggal 30 Mei) gak kalah menarik. Fotodroids akan mengangkat tema bagaimana menghasilkan foto yang berkualitas profesional hanya dengan kamera Android, "Kamera Android, Hasil SLR".
foto bersama dengan para para peserta #fotoWorkshop

Sampai jumpa dalam fotoWorkshop minggu depan yaa...!


Jumat, 17 Mei 2013

Liputan #fotoWorkshop #XlaluKreatif How to Make a Photobook bersama @XL123


Fotodroids bekerja sama dengan XL, Rumahnya Android, mengadakan foto Workshop sepanjang bulan Mei. Workshop ini akan diadakan setiap minggu bertempat di XL Xplore Senayan City, lantai 4.

Berbeda dengan workshop foto kebanyakan, Workshop yang mengambil tema XLaluKreatif dengan Kamera Smartphone ini lebih berfokus pada memaksimalkan kamera Smartphone, khususnya Android.

Ada empat kelas workshop yang dibagi setiap minggunya dengan pengajar yang berbeda-beda, mulai dari praktisi mobile fotografi sendiri, maupun dari fotografer profesional. Rangkaian workshop ini dimulai dengan kelas 'Membuat Cerita dengan Photobook' bersama fotografer Marrysa Tunjung Sari (@poeticpicture).
suasana XL Xplore sebelum berlangsungnya fotoWorkshop

Workshop yang diadakan tanggal 16 Mei ini, mengambil tema menganai membuat photobook dengan kamera Smartphone. Workshop yang dimulai jam 7 lewat 15 menit ini dibuka oleh Johanes Juda, salah-satu founder Fotodroids, lalu pengantar dari mas Tri selaku perwakilan XL Xplore Senayan City.
fotoWorkshop dibuka oleh salah-satu founder Fotodroids, @johjuda
kelas fotoWorkshop kali ini dibawakan oleh mba Marysa Tunjung Sari (@poeticpicture)

Mba Marrysa mengawali workshop photobook-nya dengan bercerita mengenai sejarah photobook itu sendiri. Kemudian melanjutkan dengan pentingnya untuk mencetak foto, karena sebuah foto akan lengkap menjadi foto saat dicetak. Mba Marrysa juga tidak ketinggalan membawa beberapa contoh buku fotonya.
Workshop ini menitikberatkan pada bagaimana kita menyusun foto-foto menjadi sebuah cerita dengan buku foto.
salah-satu peserta yang sedang melihat karya-karya Photobook mba @poeticpicture
Menariknya lagi, jika sebelumnya kita perlu pengetahuan yang dalam mengenai aplikasi foto editor di PC untuk membuat dan mengatur layout untuk membuat buku foto, maka sekarang siapapun bisa membuat buku foto dengan aplikasi yang sederhana. Banyak aplikasi template Photobook yang bisa Anda temukan di internet, namun salah-satu yang direkomendasikan adalah aplikasi Photoklip dari photoklip.com. Aplikasi ini juga yang digunakan dalam foto workshop kali ini. Keistimewaan aplikasi ini karena buatan dalam negri. Artinya setelah Anda memasukan semua foto, menyeting bacground, layout dengan bermacam-macam template, Anda bisa memilih untuk mencetaknya, dan karena lokal prosesnya hanya memakan waktu dua hari.

Jadi peserta Workshop Photobook, setelah mendapat pengetahuan tentang membuat dan bercerita dengan buku foto, dapat langsung mencetak hasl karya mereka. Kebetulan semua peserta mendapatkan voucher mencetak Photobook senilai 50.000 dan satu door prize free cetak Photobook dari Photoklip.
Workshop yang berjalan selama dua jam ini ditutup jam 21.00. 
pemenang door prize cetak Photobook gratis dari Photoklip. Selamat ya @natalixia!
 
Buat yang penasaran mengikuti Workshop selanjutnya, dapat langsung join ke komunitas Fotodroids, dengan mengirimkan email kosong ke fotodroids+subscribe@googlegroups.com
foto bersama dengan para peserta fotoWorkshop #XlaluKreatif


Sampai jumpa di fotoWoekshop berikutnya \^^/


Jumat, 19 April 2013

FotoTalks volume 06: Interview with Steve Langkamp, founder Paloma Mobile

Yopie Suryadi (CEO gopego.com), Steve Langkamp (CEO Paloma Mobile), Lean Nasution, and Joh Juda

Setelah sebelumnya kita me-review dan bersenang-senang dengan aplikasi Photochat, kali ini Fotodroids berkesempatan untuk bincang-bincang dengan Steve Langkamp, CEO dan Founder dari Paloma Mobile, developer yang membangun Photochat. Berikut interview-nya:


Bisa ceritakan sedikit mengenai latar belakang anda? Pekerjaan atau profesi anda sehari-hari? 
Saya sudah berkecimpung di industri nirkabel dari masa2 awal telepon genggam, dari semenjak telepon genggam itu berukuran sangat besar dan harganya sangat mahal, seperti yang bisa kalian lihat di film-film lama. Proyek pertama saya adalah studi riset, ketika itu perusahaan kami ingin mengetahui apakah penetrasi mobile di US akan pernah bisa mencapai 2% dari seluruh populasi di sana! Di hari-hari itu, tidak ada yang membayangkan bahwa hari ini penetrasi mobile dapat mencapai 100% di Indonesia dan kebanyakan negara lain.

20 tahun yang lalu, saya pindah ke London untuk bekerja di salah satu jaringan GSM pertama di dunia. Saat itu, Eropa adalah pusat inovasi mobile, dan saya memimpin tim-tim yang menciptakan sebagian layanan prabayar, layanan SMS, dan layanan data yang pertama di dunia. Masa-masa itu sangat seru dan mengasyikkan.

Saat itu saya tahu bahwa saya akan menghabiskan sisa karir saya di industri mobile.


Apa yang mendorong anda untuk membentuk Paloma Mobile? 
Saya telah bekerja dengan perusahaan-perusahaan start-up mobile selama sekitar 10 tahun. Belum lama ini, saya dan teman saya memimpin sebuah start-up Eropa yang pertumbuhannya sangat pesat. Penuh kerja keras sekaligus menyenangkan, tapi kami akhirnya jadi menjalankan perusahaan yang cukup besar.

Membentuk Paloma Mobile adalah cara bagi saya untuk kembali bekerja di skala yang lebih kecil, di mana saya dapat lebih lebih nyaman menyentuh produk secara langsung dan berinteraksi dengan customer.


Kami tahu mengenai aplikasi pertama Paloma Mobile, Photochat, dan ini aplikasi yang sangat menarik. Bisa ceritakan apa yang melatarbelakangi Photochat? Dan mengapa di Android? 
Sekitar 2 tahun yang lalu, saya dan Jennifer Zanich (co-founder Paloma Mobile) memutuskan untuk membentuk Paloma dan mulai membuat rencana bisnis kami. Kami ingin membidik target pasar yang baru dimana kami akan menjadi penyedia layanan yang pertama, dan kami ingin melakukan sesuatu yang sulit ditiru oleh orang lain, maka kami mencari sesuatu yang juga memberikan tantangan secara teknis.

Riset kami menunjukkan bahwa smartphone akan menjadi sesuatu yang terjangkau oleh masyarakat luas di tahun 2012, jauh lebih cepat dari yang diduga oleh kebanyakan industri. Dengan harga kurang dari 1 juta Rupiah, akan ada sekitar 1 milyar orang di bumi yang memiliki smartphone pertama mereka.

Dari situlah kami menemukan target pasar kami.. sekaligus tantangan teknis, karena kami harus mampu mengatasi keterbatasan tenaga pemrosesan dan memori di perangkat-perangkat low-end ini.

Layanan berbagi-foto sepertinya akan menjadi layanan pertama yang pantas dibuat oleh Paloma Mobile. Karena kami tahu bahwa kamera adalah salah satu fitur paling populer di kalangan pengguna smartphone, tapi kebanyakan foto-foto tersebut tidak pernah meninggalkan smartphone itu.

Kami memilih Android karena jelas bahwa Android adalah sistem operasi paling populer untuk smartphone dengan harga terjangkau.

Ekosistem networking seperti apa yang ada harapkan akan terbentuk dari Photochat ini? 
Kami ingin agar ekosistem tersebut dapat menjangkau berbagai kalangan. Jadi harapan kami ialah bahwa kalian dapat melakukan 'chat' dengan sebuah band rock, atau sebuah brand di dunia fashion.. atau NASA.


Berapa lama aplikasi Photochat ini dibuat? Mulai dari riset hingga hadir di google play. Oh, dan apa tantangan terbesar dalam membuat aplikasi ini? 
Awalnya, kita memiliki prototipe untuk membuktikan kepada para investor bahwa kita dapat menjalankan Photo Chat menggunakan sebuah Galaxy Mini di Indonesia. Setelah mendapatkan pendanaan dan engineer full-time, butuh sekitar 9 bulan untuk membangun Photo Chat Beta yang sekarang tersedia di Play Store.

Tantangan terbesar dalam mengembangkan Photo Chat adalah membuat data-nya sangat efisien.

Kami ingin aplikasi ini berukuran sangat kecil agar mudah diunduh (aplikasi ini berukuran sekitar 700 kB, dibandingkan dengan Instagram yang berukuran 16 MB).

Dan kami ingin aplikasi ini menggunakan bandwidth minimal agar tetap dapat berjalan baik walaupun Anda tidak berada di jangkauan 3G. Dan juga aplikasi ini tidak menggunakan seluruh kuota data Anda ketika membuka aplikasi ini (seperti Facebook).


Satu hal yang menarik.. Anda memilih Indonesia, khususnya Jakarta, sebagai negara pertama untuk peluncuran aplikasi ini. Bisa disebutkan mengapa? Banyak teman-teman di Fotodroids yang penasaran. 
Hari ini, Indonesia adalah salah satu pasar mobile terbesar di dunia dengan hampir sekitar 300 juta pengguna mobile. Tidak akan terlalu lama sebelum 100 juta orang menggunakan smartphone di Indonesia. Fakta tersebut sangat menakjubkan untuk kami!

Juga, karena orang Indonesia sangat menyukai jejaring sosial. Salah satu strategi kunci Photo Chat adalah untuk menjadikannya sebagai sebuah kebutuhan sosial.

Setelah Android, di platform apa selanjutnya Photochat ini akan hadir? Ataukah akan eksklusif di ANdroid?
Tentunya kami ingin Photo Chat tidak hanya ada di Android. Kandidat target selanjutnya adalah Blackberry Z10 (yang dapat menjalankan sebagian aplikasi Android) dan iPhone.

Sekarang mengenai dirimu sendiri, apakah kamu menyukai fotografi, Steve?
Anda menggunakan DSLR atau kamera smartphone?
 
Saya lebih menganggap diri saya sebagai seorang ayah daripada seorang fotografer.

Saya memiliki 2 orang anak lelaki (umur 15 dan 18) dan ribuan foto serta ratusan jam video untuk membuktikannya. Tentunya ini terjadi setelah era digital. Saya memiliki beberapa kamera pertama buatan Casio dan camcorder Canon, dan kemudian sebuah Canon Powershot. Tapi setidaknya selama 4 tahun terakhir, saya hanya menggunakan smartphone untuk mengambil foto dan video. Karena pekerjaan saya, saya memiliki kesempatan mencoba berbagai macam smartphone.

Style apa yang paling anda sukai dalam memotret? Apakah anda memiliki foto stream yang dapat kami lihat dan follow?

Karena kebanyakan foto saya adalah foto anak-anak saya, saya jarang sekali memajangnya di situs publik. Tapi ini beberapa foto yang saya sukai (lampiran)

1. Foto close-up yang ekstrim dapat terlihat menyenangkan. Saya terlihat seperti ada di pabrik yang dijalankan para kurcaci, padahal ini adalah toko berkebun dekat rumah saya.

2. Foto Jembatan Harbour terlalu mudah untuk diambil dengan bagus, tapi foto ini spesial. Jennifer dan saya sedang berada di atas sebuah feri untuk menemui investor kami. Hari itu adalah ulang tahun saya dan kami mendapatkan pendanaan dari mereka pagi itu. Dunia serasa SEMPURNA di hari itu!


3. Fans Android akan menyukai foto dari Mobile World Congress ini. Terlihat seperti surga Android!

Terakhir, apakah ada yang ingin anda sampaikan kepada anggota Fotodroids? 
Jennifer dan saya sangat menikmati bertemu dengan kalian dan melihat foto-foto kalian!

Kami sangat menghargai partisipasi kalian di Photo Chat Beta dan mengharapkan masukan dan ide-ide baru dari kalian. Hubungi kami kapan saja di @PhotoChatID



Trima kasih, Steve!

Selasa, 02 April 2013

Photochat 1st Community Gathering bersama Fotodroids

Paloma, developer asal Australi, baru-baru ini meluncurkan aplikasi mobile pertama mereka, namanya Photochat. Menariknya, Paloma memilih Indonesia sebagai negara pertama mereka untuk meluncurkan Photochat. Dan dalam rangka memperkenalkan aplikasi ini, mereka mengundang beberapa komunitas dalam community gathering yang diadakan kemarin, 1 April 2013, bertempat di Demang Lounge, Sarinah, Jakarta.

Fotodroids, sebagai komunitas pertama dan terbesar android mobile photography, menjadi salah-satu komunitas yang diajak berpartisipasi dalam gathering ini.

Gathering di mulai jam19.00, diawali oleh perkenalan dari Mario Patrick. Acara dilanjutkan dengan makan malam, dan doorprize voucher belanja senilai Rp100.000 dari Fotodroids.

para pemenang doorprize

Acara dilanjutkan dengan presentasi dari Steve Langkamp, founder Paloma, sekaligus developer dari Photochat. Steve menjelaskan mengeai pengenalan dan fitur-fitur yang ada di Photochat, salah-satu yang menarik hadirnya voice message pada aplikasi ini.

Founder Paloma, Steve Langkamp, sedang mempresentasikan Photochat

Sebelum gathering ditutup, pihak Paloma mengumumkan pemenang dari foto challenge di Photochat. Dan pemenangnya adalah Indra Rizkiawan (Bono) dari Fotodroids! Berhak membawa pulang satu buah Samsung Galaxy Chat. Selamat ya kepada pemenang.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama. Bagi yang ingin mendownload Photochat, aplikasi ini sudah tersedia di google play.


 

Rabu, 27 Maret 2013

Aplikasi Berbagi Foto: Photochat!

Teman-teman Fotodroids berkesempatan untuk mencoba (beta testing .red) satu aplikasi photo sharing dari Mobitel, developer asal Australia, nama aplikasinya PhotoChat. Dan karena aplikasi ini masih dalam tahap Beta, sehingga aplikasi ini belum tersedia di Google Play, setidaknya sampai saat posting ini dibuat.

Jumat, 08 Februari 2013

Fotodroids di Zona Komunitas DetikTV!

Minggu ini kegiatan Fotodroids benar-benar padat. Setelah kita hepi-hepi bersepeda menjelajah kota tua bersama Hai Magazine, Kamis kemarin, tepatnya tanggal 7 Februari 2013, kita mendapatkan kesempatan untuk diliput oleh Zona Komunitas. Zona Komunitas sendiri merupakan salah-satu segment dari detikTV. Yup, detik detik.com sekarang mulai ekspansi ke media broadcast, khususnya konten berita. Zona Komunitas mengangkat komunitas-komunitas yang unik dan happening untuk diliput.

Sabtu, 02 Februari 2013

Fotodroids #JelajahKotaTua bersama @haimagazine


Hari Sabtu tanggal 2 Februari 2013, Fotodroids berkesempatan diundang oleh majalah HAI untuk berpartisipasi dalam photowalk mereka, dengan tema #JelajahKotaTua. Photowalk ini sebenarnya lebih tepat disebut photorace, karena peserta akan diajak ke lima tempat yang berbeda, namun masih dalam kawasan kota tua.
Blogger Template by Clairvo